Rabu, 29 September 2010

Evolta : Robot Asal Jepang yang Siap Pecahkan Rekor Dunia

Evolta, robot yang menjadi maskot perusahaan elektronik asal Jepang, Panasonic, pernah menerima penghargaan Guinness World Records. Robot ini kembali akan memukau publik dengan menjelajah jalanan Jepang dengan melakukan long march sejauh 300 mil atau tepatnya sekitar 482 kilometer dari Tokyo ke Kyoto.

Seperti yang dilansir oleh Panasonic, dalam video-nya, Evolta hadir berbentuk robot humanoid mungil yang menarik gerobak roda dua ala zaman pertengahan daihachiguruma, Jepang.

Robot dengan tinggi hanya sekitar 17 cm dan berat 997 gram ini akan berjalan dalam sebuah plastik silinder yang berputar, mirip seperti hamster dengan rodanya. Bedanya, Evolta berjalan sambil menarik gerobak yang sesungguhnya adalah baterai Evolta 12 AA untuk sumber energinya.

Dengan kecepatan mencapai dua hingga tiga meter per jam, robot yang dikendalikan dengan remote control ini diperkirakan akan tiba di Kyoto pada 10 Desember 2010, setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 49 hari.

Evolta dijadwalkan akan menjelajah jalanan bersejarah seperti Tokaido yang legendaris dan jalur kuno yang menghubungkan Tokyo dan Kyoto. Tradisi menempuh perjalanan dengan berjalan kaki telah dirayakan selama berabad-abad oleh para seniman di Jepang. Inilah yang juga akan dilakukan oleh Evolta.

Robot mungil Evolta akan menempuh perjalanan sesuai peraturan penyelenggara acara. Misalnya saja, dia hanya berjalan di waktu siang hari, hanya boleh mengisi ulang baterainya satu kali dalam sehari dan tidak diperkenakan berjalan saat cuaca hujan. Semua aktivitas Evolta dimonitor oleh tim melalui sebuah komputer dari jarak jauh.

Tim perancang Robot Evolta berharap, Robot mungil ini bisa sampai ke Kyoto tepat waktu dan kembali memenangkan penghargaan Guinness World Records. Jika berhasil, aksinya kali ini akan membuat Evolta menjadi robot humanoid pertama yang berjalan menjelajahi jalanan bersejarah Jepang







Selasa, 28 September 2010

Pengayuh Becak Lulus S1 dengan IPK 3,01 (keren gan!)

Sekedar berbagi cerita aja gan..
semoga cerita/berita ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua..





Pengayuh Becak Lulus S1 dengan IPK 3,01

Sehari-hari Wawan Kurniawan (28) hanyalah seorang pengayuh becak. Namun siapa sangka pria yang biasa mangkal di depan kantor pos Purworejo itu adalah seorang mahasiswa berprestasi. Sabtu (8/11), dia diwisuda dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,01. Berikut laporannya.

Meski profesinya hanya tukang becak dengan pendapatan pas-pasan dan bahkan sehari-hari penghasilannya sering tidak bisa dipastikan, Wawan Kurniawan tetap punya prinsip dan slogan dalam hidupnya. ’’Optimistis dan jangan pernah menyerah tanpa usaha,’’ tandas warga RT 3 RW 8, Baledono Krajan, Purworejo itu.

Ya, dengan semangat itulah, dia berhasil meraih cita-citanya menjadi mahasiswa yang berprestasi. Menurut dia, pengayuh becak hanyalah profesi. Dan, dia mengaku tidak malu menyandang profesi itu. Apalagi sejak kelas satu SMA dia memang sudah mengayuh becak.

Setiap hari, pukul 05.00-pukul 17.00, pria yang lahir di Purworejo 24 Desember 1980 itu mangkal di depan kantor pos Purworejo. Sabtu (8/11), mahasiswa Fakultas Teknik Sipil di Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) ini diwisuda dengan IPK 3,01. IPK tersebut tertinggi di fakultasnya.

Kemarin, dia sibuk mengurus ijazahnya karena akan digunakan untuk mendaftar CPNS di Pemkab Purworejo. Meski ada keinginan menjadi pegawai negeri, dia tetap masih punya niat melanjutkan kuliah di UGM Yogyakarta.
Bagaimana dengan becaknya? ’’Ya, itu tetap akan saya pertahankan. Saya akan jadi pengayuh becak di Yogya,’’ katanya.

Bagi dia, becak yang dipakai saat ini punya nilai sejarah tersendiri. Becak itu semula adalah milik kakaknya. Namun becak itu kemudian menganggur karena kakaknya masuk pesantren. Sejak tahun 1997, becak dia pakai untuk mencari nafkah. Tempat mangkal favorit adalah di depan kantor pos Purworejo.

Dia mengungkapkan, penghasilan sebagai tukang becak ada pasang surutnya. Terkadang dalam sehari dia tidak mendapat uang sama sekali. Akan tetapi menjelang Lebaran lalu, Wawan pernah mendapat uang Rp 100 ribu/hari.
Hasil jerih payahnya itu, sebagian dimanfaatkan untuk membayar uang kuliah, meski dia sadar seringkali penghasilannya masih kurang untuk biaya di perguruan tinggi. Seingat dia, pada tahun pertama membayar Rp 2 juta. Selanjutnya untuk biaya per semester Rp 750 ribu. ’’Ya, kalau kurang, saya pinjam teman,’’ tuturnya.

Giat Belajar
Untuk bisa belajar sambil bekerja, dia berusaha membagi waktu. Bila ada jam kuliah, dia berusaha masuk. Setelah itu kembali ke pangkalan becak. Kapan belajar? Menurut Wawan, belajar biasa dilakukan pada malam hari. Dia juga biasa membawa buku-buku kuliah di laci becak. Bila sedang tidak ada penumpang, dia memanfaatkannya untuk belajar. ’’Dulu pas ramai judi togel saya pernah dikira sedang meramal nomor. Padahal sedang belajar,’’ ujarnya.
Selama menjadi tukang becak, kata dia, tentu ada suka dan dukanya. Dia sering mengantar teman sekampus atau dosen, namun Wawan mengaku tidak malu melakukannya.

Dia juga pernah diberi uang Rp 170 ribu dari seorang warga Ngombol, Purworejo yang kini di Jakarta. Mulanya orang yang mengaku pensiunan polisi itu minta diantar dari Hotel Bagelen ke masjid di alun-alun. Ketika penumpang bertanya status dan pendidikan, dia jawab masih kuliah di UMP.

Mungkin karena merasa kasihan, penumpang menyodorkan uang Rp 20 ribu. Keesokan harinya, dia ngobrol lagi dengan penumpang itu. Wawan pun diberi uang Rp 50 ribu untuk biaya kuliah. Beberapa saat setelah itu, orang yang sama menyempatkan datang ke rumahnya dan memberikan uang Rp 100 ribu.

Tentang dukanya, menurut Wawan, dirinya pernah diminta mengantar seorang wanita ke Pasar Baledono, Purworejo. Sesampai di tempat tujuan, penumpang itu turun dan dia diminta menunggu. ’’Eh ternyata tidak nongol lagi,’’ ungkap anak ke-4 pasangan Ambari dan Chamidah itu.

Meski lahir dari keluarga kurang mampu, karena ayah dan ibunya hanya berjualan es tape di alun-alun dan di rumah, semangat Wawan perlu ditiru. (Eko Priyono-46)

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5283319 (dengan sedikit pengubahan)

"Selalu ada jalan, Bagi mereka yang ingin berusaha.."